Dongeng burung Puyuh dan Petani




Disuatu hari yang cerah Burung Puyuh yang bersarang di Sawah diantara padi – padi yang mulai menguning terlihat  Sedang memberi makan anak - anaknya. Seiring dengan berjalannya waktu, padi – padi menjadi lebih banyak yang menguning, begitu pula dengan anak-anak burung Puyuh yang tumbuh makin besar. Suatu hari, ketika biji-biji padi yang terlihat kuning keemasan terayun-ayun  dengan indahnya saat tertiup angin, pada saat itu pula terlihat dari kejauhan  sang Petani dan anaknya datang ke Sawah tersebut.

"Padi ini telah siap untuk kita panen," kata sang Petani. "Kita harus memanggil tetangga-tetangga  dan teman-teman untuk membantu kita memanennya."

“Mengapa Kita tidak langsung memanenya saja Ayah?” Tanya anak petani
“Tidak anaku, kita panen  besok saja kalau bantuan sudah datang” Jawab petani

Anak-anak burung Puyuh  yang masih muda dan kebetulan mendengar pembicaraan tersebut menjadi takut, karena mereka mengerti bahwa hidup mereka berada dalam keadaan bahaya apabila mereka tidak pindah dari sarangnya, saat para pemanen datang untuk memanen padi yang telah menguning. Ketika induk burung datang membawakan mereka makanan, mereka langsung menceritakan apa yang telah mereka dengarkan.

"Janganlah takut anak-anakku," kata sang Induk Burung. "Jika petani mengatakan akan memanggil tetangga dan teman-temannya untuk membantunya mengerjakan pekerjaannya, Padi – padi ini tidak akan dipanen dalam waktu dekat. Sembari Induk Burung Puyuh memberi pengertian kepada anaknya.
Petani yang telah meminta bantuan kepada teman – teman dan tetangganya, Akhirnya mendapat jawaban  dari teman dan juga tetangganya bahwa mereka tidak bisa membantu memanen padi secepatnya, dikarenakan mereka memiliki kesibukan.
Beberapa hari kemudian Padi- padi di Sawah menjadi sangat matang, dan disaat angin bertiup menggoyangkan batangnya, beberapa butir biji padi jatuh bertaburan di atas  kepala anak  burung Puyuh yang masih muda.

"Jika Padi ini tidak kita panen dalam waktu dekat," kata sang Petani, "kita akan kehilangan setengah dari hasil panen. Kita tidak dapat menunggu datangnya bantuan dari teman-teman kita. Besok kita harus memulai pekerjaan kita, tanpa bantuan orang lain." Terang Petani kepada anaknya.

Ketika burung Puyuh muda memberi tahu induknya tentang segala sesuatu yang mereka dengar dari sang Petani.
Induknya berkataKalau begitu, kita harus meninggalkan sarang ini secepatnya. Saat seorang manusia mengambil keputusan untuk mengerjakan pekerjaannya sendiri tanpa tergantung pada orang lain, yakinlah bahwa mereka tidak akan menunda pekerjaannya lagi."

Sore itu juga, semua anak-anak burung Mengepakan sayapnya dan mencoba berjalan mengikuti Induk burung , dan saat matahari terbit pada keesokan harinya, Petani dan anak-anaknya mulai bekerja memotong dan memanen Padi  yang mana biji – bijinya  telah berkurang tertiup angin. Di sawah  tersebut, mereka menemukan sebuah sarang burung Puyuh yang telah kosong dan ditinggalkan oleh penghuninya.


Pesan Moral : Jangan Menunda  suatu pekerjaan,  bekerja sendiri dan tidak bergantung pada bantuan orang lain, akan mendapatkan hasil yang lebih baik.